Sensus BPS menyebutkan 53,57 % muslim Indonesia belum bisa membaca Al-quran (data tahun 2018). Fakta ini tentu mengejutkan dan di luar dugaan. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,ternyata banyak sekali yang muslimnya belum bisa membaca Alquran.
Padahal tak dipungkiri bahwa hampir semua rumah-rumah diperkotaan memiliki Al-Quran yang tersimpan rapi di lemari. Namun jarang dibuka, apalagi dipelajari.
Rumah infaq Aktif berbagi Alquran hingga pelosok, termasuk di nias dengan muslim sebagai minoritasnya.
Hal ini berbeda kondisi dengan muslim dan mualaf di pedalaman. Ada ribuan mualaf yang baru tersentuh dakwah Dai dan ingin terus belajar mendalami agama. Salah satunya adalah belajar membaca Iqro dan Al-Quran.
Karena keterbatasan akses, juga kesulitan ekonomi, para mualaf ini belum memiliki Iqro dan Al-Quran yang cukup untuk belajar.
Karena itu, yuk sedekah jariyah pengadaan iqro dan Al-Quran untuk mereka.
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh (HR. Muslim)
Menanti doa-doa orang baik